top of page

Perang dan Pandemi

Perang Dunia I membuat Flu Spanyol menyebar dengan cepat. Pandemi ini juga turut mempercepat perang berakhir.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Inggris terluka dalam Perang Dunia I pada 19 Juli 1916. (Wikimedia Commons).

24 Feb 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Jun

DI TENGAH pandemi Covid-19 masih melanda dunia, Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022. Militer Rusia menyerang berbagai tempat di Ukraina. Ledakan terdengar di mana-mana. Korban pun berjatuhan.


World War 3 atau Perang Dunia 3 menjadi trending topic. Dan Perang Dunia I (1914–1918) juga terjadi di tengah pandemi Flu Spanyol pada 1918. Bahkan, perang itu berandil besar dalam menyebarkan wabah Flu Spanyol.


Sejarawan Ravando dalam Perang Melawan Influenza: Pandemi Flu Spanyol di Indonesia Masa Kolonial, 1918–1919, menyebut bahwa pandemi Flu Spanyol terjadi ketika Perang Dunia I tengah berkecamuk. Peperangan itu sendiri menjadi salah satu alasan kuat di balik penyebaran virus influenza tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page