top of page

Pertempuran di Bulan Ramadan

Ditegur pasukan Siliwangi, pasukan Belanda membalas dengan tembakan. Pertempuran pun pecah saat buka puasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 20 Apr 2021
  • 2 menit membaca

Hari kedua puasa tahun 1946. Seksi Sarmada dari Batalion II Kemal Idris Divisi Siliwangi menerima informasi keberadaan tentara Belanda di sekitar Warungkondang, Cianjur. Letnan Sarmada bergerak membawa pasukannya untuk memeriksa kebenaran berita itu.


Setibanya Seksi Sarmada di Cilaku, pasukan Belanda telah bergerak ke arah Cikancana. Seksi Sarmada pun meneruskan gerakannya ke arah Cikancana. Waktu sampai Cijoho sudah masuk magrib, saatnya buka puasa.


“Mengingat tugas yang dihadapi, maka anggota-anggota Seksi Sarmada menunda saat berbuka puasa itu, apalagi tiba-tiba tampak seseorang di atas sebuah jembatan,” tulis Siliwangi dari Masa ke Masa.


Karena hari sudah mulai gelap, tidak jelas apakah orang itu kawan atau lawan. Untuk mengetahuinya, pasukan Sarmada mengeluarkan teguran. “Jawaban atas teguran itu ternyata segera diperoleh, bukan berupa kata-kata tetapi berbentuk tembakan-tembakan gencar. Dengan demikian, dapatlah dipastikan, bahwa di situ terdapat kedudukan Belanda,” catat Siliwangi


Pasukan Sarmada yang berada dalam posisi siaga membalasnya dengan tembakan lebih gencar lagi. Terjadilah baku tembak.


Pertempuran itu mengakibatkan di pihak Belanda jatuh beberapa orang korban. Sedangkan Seksi Sarmada berhasil merampas mortir dan sepucuk stengun beserta pelurunya. Sarmada kemudian kehilangan dua anak buahnya, Kopral Sahibun dan Prajurit Aminin yang ditugaskan melaporkan pertempuran itu ke induk pasukan. Mereka gugur terkena tembakan mortir Belanda yang membabi buta.


Dua hari kemudian pada hari keempat puasa, Belanda melancarkan serangan pembalasan. Sekitar dua kompi pasukan Belanda menyerang Seksi Azil Haznam dari Kompi II Sujoto di Kampung Kebonpeuteuy, Gekbrong, Cianjur. Letnan Azil Haznam bersama enam orang anggotanya gugur.


Pasukan Belanda yang merasa telah berhasil membalas dendam harus menghadapi serangan hebat dari seksi-seksi lain Kompi Sujoto.


Siliwangi dari Masa ke Masa menggambarkan pertempuran itu: “Maka pada dini hari dari hari keempat bulan puasa tahun 1946 terjadilah pertempuran yang dahsyat antara pasukan-pasukan Belanda dengan kita. Pertempuran ini demikian hebatnya sehingga terpaksa dilakukan secara man to man antara anak-anak Siliwangi melawan serdadu-serdadu kolonial Belanda. Granat dari kedua belah pihak beterbangan dan meledak merobek-robek tubuh yang berada di dekatnya ataupun di sekitarnya untuk kemudian dipuncaki oleh pertempuran seorang lawan seorang, sampai pada popor bedil lawan popor bedil yang sengit tanpa ampun dan belas kasihan.”


“Sampai di mana kerugian-kerugian yang diderita oleh kedua belah pihak tidak diketahui dengan pasti,” lanjut Siliwangi“Satuan-satuan dari Kompi Sujoto, mengingat situasi, kemudian mengundurkan diri ke arah Sukalalang.


Ketika Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah, Seksi Sarmada ikut dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia dan Seksi Siradz berhasil membuat komandan batalion Mayor Maladi Jusufmenyerah.


Dalam perjalanan karier militernya, Sarmada pernah menjabat komandan Kodim di Serang (kapten), Cianjur (kapten), Karawang (mayor), dan Sukabumi (letnan kolonel). Dia menerima penghargaan Bintang Kartika Eka Paksi Kelas III.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page