top of page

Perwira Indonesia di Kapal Selam Belanda

R. Subyakto menjadi awak kapal selam Belanda selama Perang Dunia II. Ia kemudian menjadi KSAL ketiga.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Laksamana TNI R. Subyakto (1917–1999). (Wikimedia Commons).

  • 10 Mar 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 9 Mar

SEKITAR awal tahun 1942, Karkono Soetardjo sudah sekolah di Yogyakata. Waktu itu, kota Yogyakarta sering diancam bom oleh pesawat udara Jepang. Tetapi kereta api dari arah Surabaya masih sering melintas.


“Ada seorang kurir mengantar surat kakak memberitahukan bahwa hari itu kakak melintas Yogya menuju Cilacap,” kata Karkono Soetedjo dalam album keluarga. Untuk beberapa tahun, Karkono tidak bertemu kakaknya itu yang bernama R. Subyakto.


Dari Cilacap, Subyakto berlayar ke tempat yang jauh. Di zaman itu, dengan modal ijazah SMA, ia bisa menjadi lebih dari seorang kelasi. Sejak tahun 1942, Subyakto berstatus calon perwira cadangan di Koninklijk MarinealiasAngkatan Laut Kerajaan Belanda. Tahun berikutnya, ia benar-benar menjadi perwira cadangan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.Sekitar tahun 1943, Angkatan Laut Kerajaan Belanda kekurangan cadangan awak kapal selam.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Buku kecil. Merah dan pedas. Mengajukan cara pandang lain terhadap sejarah di Indonesia.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
transparant.png
bottom of page