- M.F. Mukhti
- 23 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Jan
TAK lagi menjabat sebagai menteri, Sartono mulai memikirkan tentang partai. Dia mengajak beberapa teman dekatnya berdiskusi tentang pembentukan sebuah partai nasionalis yang meneruskan cita-cita Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Indonesia (Partindo), dan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo).
Diskusi kian intens setelah keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945, ditandatangani Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang mendorong pembentukan partai-partai politik. Sartono mengumpulkan beberapa rekannya di kantor Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jalan Cilacap, Jakarta. Mereka adalah Sarmidi Mangunsarkoro, Lukman Hakim, Wilopo, Sabillal Rasjad, dan Sudiro.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












