top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

PNI Lahir Kembali di Masa Revolusi

Sempat dibubarkan para pendirinya, PNI dihidupkan kembali oleh para mantan pendiri yang lama setelah Indonesia merdeka.

23 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Mr. Sartono, salah satu pemrakarsa pendirian kembali PNI. (koransulindo.com).

Diperbarui: 18 Jan

TAK lagi menjabat sebagai menteri, Sartono mulai memikirkan tentang partai. Dia mengajak beberapa teman dekatnya berdiskusi tentang pembentukan sebuah partai nasionalis yang meneruskan cita-cita Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Indonesia (Partindo), dan Gerakan Rakyat Indonesia (Gerindo).  


Diskusi kian intens setelah keluarnya Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945, ditandatangani Wakil Presiden Mohammad Hatta, yang mendorong pembentukan partai-partai politik. Sartono mengumpulkan beberapa rekannya di kantor Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jalan Cilacap, Jakarta. Mereka adalah Sarmidi Mangunsarkoro, Lukman Hakim, Wilopo, Sabillal Rasjad, dan Sudiro.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Setelah Gowa Dihidupkan, Musuh Dijadikan Raja

Setelah Gowa Dihidupkan, Musuh Dijadikan Raja

Kendati pernah melawan Belanda, saudara raja Gowa ini akhirnya dijadikan raja oleh Belanda.
27 Januari 1997: Kerusuhan di Pasar Tanah Abang

27 Januari 1997: Kerusuhan di Pasar Tanah Abang

Muak dengan pungutan liar, pedagang pasar Tanah Abang mengamuk. Mobil dinas dan kantor kecamatan Tanah Abang dibakar. Salah satu kerusuhan terbesar di Jakarta pada pengujung Orde Baru.
Maskapai Pelayaran Hampir Bangkrut

Maskapai Pelayaran Hampir Bangkrut

Sejumlah perusahaan pelayaran nasional dibentuk untuk menandingi monopoli KLM milik Belanda. Namun, dengan dukungan negara sekalipun, kondisi mereka masih kembang-kempis.
Modifikasi Cuaca Tanpa Pawang Hujan

Modifikasi Cuaca Tanpa Pawang Hujan

Modifikasi cuaca mulanya dijajal di Texas. Raja Negeri Siam sukses merintis penyemaian awan yang lantas diikuti banyak negara, termasuk Indonesia.
Kala Soedirman Mengabdi sebagai Guru

Kala Soedirman Mengabdi sebagai Guru

Soedirman dikenal sebagai Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebelum menjadi tentara, ia adalah guru di HIS Muhammadiyah.
bottom of page