- 17 Agu 2025
- 8 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
SEWAKTU diasingkan pemerintah kolonial Belanda ke Banda Neira, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir kerap menyaksikan pemuda-pemuda antarkampung berkelahi. Biasanya keributan terjadi usai pertandingan sepakbola atau lomba balap perahu.
Tak ingin keadaan itu berlangsung terus-menerus, Hatta dan Sjahrir membentuk perkumpulan Persatuan Banda Muda (Perbamu). Anak-anak muda Banda Neira dilibatkan dalam sejumlah kegiatan produktif.
“Salah satu usaha adalah koperasi dengan bimbingan Oom Hatta. Bila ada perahu datang dengan membawa hasil bumi seperti jagung, kelapa, dan sebagainya, muatan itu sering dimonopoli oleh koperasi dan kemudian dijual kepada penduduk,” kenang Lily Gama Sutanto, salah satu pemudi Banda Neira itu, dalam bunga rampai Mengenang Sjahrir suntingan Rosihan Anwar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












