top of page

Politisasi Koperasi

Dinamika koperasi periode 1960-an sarat intervensi pemerintah. Semarak namun mentok di tengah jalan gara-gara prahara politik.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 31 Agu 2025
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

KOPERASI identik dengan sosok Mohammad Hatta, wakil presiden RI pertama. Sebagai tokoh penganjur koperasi, gelar “Bapak Koperasi Indonesia” disematkan padanya pada Kongres Koperasi II di Bandung tahun 1953. Namun, karena kepentingan politik, gelar itu ditanggalkan.


Pencopotan itu merupakan hasil dari Musyawarah Nasional Koperasi (Munaskop) II yang dihelat di Jakarta pada 2-10 Agustus 1965. Selain tak mengakui Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, Munaskop II menetapkan Presiden Sukarno sebagai “Bapak Koperasi dan Pemimpin Tertinggi Gerakan Koperasi Indonesia”. Penetapan ini disahkan lewat keputusan bersama tiga menteri: Mohammad Achmadi (Menteri Transmigrasi dan Koperasi), Soemarno (Menteri Dalam Negeri), dan Soedibjo (Menteri Sekjen Front Nasional).


Wakil Perdana Menteri I Soebandrio, yang hadir dalam Munaskop II, mengatakan bahwa koperasi sebagai alat perjuangan rakyat harus berlandaskan Panca Azimat Revolusi, lima ajaran Bung Karno sebagai pedoman revolusi Indonesia. Kelima ajaran itu adalah Pancasila, Nasakom, Manipol-USDEK, Trisakti, dan Berdikari. Soebandrio juga menyerukan koperasi untuk menopang kebijakan “banting stir” pemerintah dalam rangka mencapai ekonomi berdikari.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
bg-gray.jpg
Sudiro berjuang melalui pendidikan dan partai politik, membuatnya masuk daftar hitam. Pengikut Sukarno ini dipenjara hingga sempat tak bisa berbicara.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Berbisnis sejak jadi tentara, M.F. Lichtendahl kerap tersangkut tindakan ilegal.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
transparant.png
bottom of page