top of page

Potret Jakarta Setengah Abad Berselang

Yuri Melnik seorang Rusia memotret kota Jakarta pada 1960-an. Setengah abad berselang kami memotret kembali beberapa objek foto itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Patung Dirgantara. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

20 Nov 2025
2 menit membaca

Diperbarui: 21 Nov 2025

YURI Melnik, pria paruh baya asal Uni Soviet, berjalan menyusuri jalanan Jakarta sambil menenteng kamera Canon Canonet QL19. Melihat Patung Dirgantara, dia berhenti sejenak, mengarahkan kameranya, lalu memotret. Saat itu sekira pertengahan 1960. Lalu lintas Jakarta masih lengang. Tak terlihat antrean kendaraan yang mengular seperti sekarang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page