top of page

Menoleh Gedung OLVEH

Sebuah bangunan lama direvitalisasi. Tak hanya mengembalikan fisiknya, tapi juga jiwanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gedung OLVEH setelah direvitalisasi. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

8 Des 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Nov 2025

SEBUAH bangunan berlantai tiga, bercat putih, berdiri anggun. Wajahnya yang dulu lusuh dan tak terawat kini cerah dan menggoda banyak orang untuk menghampiri. Ia seperti jiwa yang bangun dari mati suri yang panjang.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page