Diperbarui: 4 hari yang lalu
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump melempar bola panas pada Rabu, 6 Desember 2017, lalu. Selain secara sepihak mengakui Yerusalaem resmi sebagai ibukota Israel, dia juga memerintahkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS segera dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Pernyataan itu langsung membuat berang negara-negara yang selama ini berada di belakang Palestina, termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) melayangkan kecaman di Istana Bogor sehari setelah pernyataan Trump itu.
“Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan (DK) dan Majelis Umum PBB yang AS menjadi anggota tetapnya, serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia,” kata Jokowi dalam pernyatan pers.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















