Diperbarui: 4 hari yang lalu
KESUCIAN Yerusalem atau al-Quds dalam bahasa Arab, telah lama diyakini jauh sebelum kemunculan tiga agama monoteistik: Islam,Yudaisme, dan Kristen. Adalah orang Kanaan yang diyakini mendirikan kota di wilayah Yerusalem sekarang pada 3.000 SM. Selain orang Islam, Kristen, dan Yahudi yang mengakui kesakralan Yerusalem, orang Kanaan pun menganggap kota ini sebagai ciptaan Tuhan mereka.
Sebagaimana ditulis Haitham F. Al-Ratout, arsitek dan arkeolog An-Najah National University, Palestina, dalam The Architectural Development of Al-Aqsa Mosque in the Early Islamic Period: Sacred Architecture in the Shape of the ‘Holy’, makna religius wilayah Yerusalem itulah yang mungkin telah mendorong kemakmuran arsitektur dan perkotaan kawasan itu bahkan sebelum ketiga agama itu lahir. Kesuciannya telah lebih dulu dipercaya bahkan sejak periode Kanaan pada 3.300–1.200 SM.
“Itu karena nama paling awal Uru-Salim mengacu pada nama Tuhan orang Kanaan,” tulis Haitham.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















