top of page

Pramoedya dan Gelanggang Asia-Afrika

Pramoedya memimpin delegasi Indonesia di Konferensi Pengarang Asia-Afrika. Ia gelorakan lagi semangat KAA 1955 di masa senja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Pramoedya Ananta Toer. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

10 Feb 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

KONFERENSI Asia-Afrika (KAA) 1955 di Bandung memang tak melahirkan badan atau lembaga internasional yang permanen. Namun, KAA berhasil memantik konferensi-konferensi antar-regional dari berbagai golongan. Salah satunya The Asian-African Writer’s Conference atau Konferensi Pengarang Asia-Afrika (KPAA) I di Tashkent, Uzbekistan pada 1958. Pramoedya Ananta Toer turut hadir sebagai ketua delegasi Indonesia.


KPAA di Tashkent 1958 itu sendiri, menurut Kumiko Makino dalam artikel “Afro-Asian Solidarity and the Anti-Apartheid Movement in Japan” yang termaktub di buku A Global History of Anti-Apartheid: “Forward to Freedom” in South Africa, adalah kelanjutan lebih luas dari konferensi serupa, Konferensi Pengarang Asia di New Delhi, India, pada 23 Desember 1956. 


Diskusi para pengarang dari berbagai negara Asia itu tak hanya membicarakan masalah sastra dan literatur semata, tapi juga membicarakan kebangkitan Asia untuk lepas dari belenggu kolonialisme di masa pergolakan dan perubahan zaman. Para pengarang dan sastrawan juga bisa, bahkan dintuntut berperan memainkan momentum itu untuk membawa perbedaan dan perubahan di negeri masing-masing.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page