top of page

Puak Beradu di Tanah Melayu

Peristiwa berdarah 13 Mei 1969. Hari kelam di Kuala Lumpur yang terbakar amarah. Sejarah Malaysia tak lagi sama setelahnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Arak-arakan anggota partai DAP. (Repro May 13: Before and After).

30 Sep 2023
9 menit membaca

Diperbarui: 13 Mei

MINGGU, 11 Mei 1969, ribuan pendukung Parti Tindakan Demokratis (Democratic Action Party, DAP) dan Parti Gerakan Ra’yat Malaysia (Gerakan) turun ke jalanan ibukota. Pendukung kedua partai yang kebanyakan orang Tionghoa dan India ini tengah diliputi euforia. Partai mereka meraup banyak kursi parlemen dalam Pilihan Raya. Mereka berjalan kaki, bermotor, dan naik truk bak terbuka di jalanan Kuala Lumpur hingga menyasar wilayah di mana banyak bermukim orang Melayu. Bendera partai dikibarkan. Bel kendaraan bersahut-sahutan. 


Sayangnya ada laku mereka yang kurang simpatik. Tampak di antara mereka mengibaskan sapu, yang bisa dianggap sebagai “pembersihan” orang-orang Melayu. Di atas truk mereka juga memekikkan slogan-slogan tak bersahabat. “Melayu Sudah Jatuh!” “Kuala Lumpur sekarang China punya!” “Ini negeri bukan Melayu punya, kita mau halau semua Melayu!” 


Pawai itu berlangsung dua hari. Sadar tindakan pendukungnya di luar batas, Presiden Gerakan Yeoh Tech Chye buru-buru menyampaikan permintaan maaf kepada orang-orang Melayu. Tapi permintaan maaf itu ibarat angin lalu. United Malay National Organization (UMNO), partai terbesar orang Melayu, berniat membuat perayaan tandingan. Hari itu juga semua cabang UMNO di Selangor diminta mengumpulkan massa untuk ikut dalam pawai menuju Kuala Lumpur. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page