top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Konferensi Islam Asia Afrika Bikin Malaysia Senewen

Tuan rumah Indonesia sukses menggalang solidaritas anti-kolonialisme di antara negara-negara Islam Asia-Afrika. Malaysia yang dibekingi negara imperialis tak mau kalah berebut simpati.

6 Mar 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Presiden Sukarno menerima laporan pelaksanaan Konferensi Islam Asia Afrika dari Sekjen Ahmad Syaikhu di Stadion Gelora Bung Karno, 14 Maret 1965. (Perpusnas RI).

  • 7 Mar 2025
  • 4 menit membaca

RAPAT akbar berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno yang penuh sesak. Hari itu, perhelatan akbar antar-bangsa-bangsa dunia dalam Konferensi Islam Asia Afrika (KIAA) memasuki acara penutupan. Presiden Sukarno tampil memberikan amanatnya. Puluhan ribu massa, termasuk delegasi negara peserta konferensi, takjub mendengar pidato Bung Karno yang menggetarkan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page