- 30 Apr 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 8 Feb
DI depan kantor Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, massa-rakyat meneriakkan “Hidup Sukarno!”. Aksi pada paruh pertama 1960-an itu merupakan bentuk dukungan kepada sikap Presiden Sukarno yang menolak pendirian Federasi Malaysia oleh Inggris dan Malaya.
Aksi itu merupakan puncak penolakan terhadap pendirian federasi Malaysia. Sebelumnya, 23 September 1963, di Yogyakarta Sukarno menyatakan “Ganyang Malaysia” untuk pertama kali.
Aksi protes di Jakarta itu tapi tak mendapat respons baik. Duta Besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist tidak mau menerima para demonstran. Dia bahkan menunjukkan sikap tak mau kalah. Dia ingin menunjukkan Inggris tetap kukuh pada pendiriannya untuk mendukung Federasi Malaysia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












