- Hendri F. Isnaeni
- 15 Jun 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 4 hari yang lalu
KABAR proklamasi kemerdekaan Indonesia baru sampai ke Sumatra pada Oktober 1945. Tengku Muhammad Hasan, yang diangkat jadi gubernur, berusaha menjalankan pemerintahan lokal. Namun, tantangan datang dari sultan-sultan Melayu, yang bukan hanya tak mengakui eksistensi Republik Indonesia, tetapi juga membentuk Perkumpulan Anak Deli Islam untuk melindungi kerajaan.
Untuk merangkul pihak kerajaan, Hasan mengangkat orang-orang kerajaan sebagai pejabat pemerintah. Hasan juga mengatakan Republik siap mengakui posisi istimewa raja-raja sebagai pengganti dukungan mereka kepada Republik. Tawaran itu tak mendapat tanggapan. Para pemuda gerah dengan kondisi ini. Meletuslah revolusi sosial pada Maret 1946.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












