top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Eksperimen Pertama Negara Federal

Negara Indonesia Timur menjadi negara federal pertama yang mencakup seluruh Indonesia timur kecuali Papua.

12 Jun 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Tjokorda Gde Raka Soekawati dikukuhkan sebagai presiden Negara Indonesia Timur, Desember 1946. (KITLV).

  • 12 Jun 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 6 hari yang lalu

SEBAGAI pemuka politik Sulawesi Selatan, Nadjamoedin Daeng Malewa kecewa tak diikutsertakan dalam delegasi yang dipimpin Dr. G.S.S.J. Ratulangi ke sidang PPKI di Jakarta pada Agustus 1945. Dia pun memutar haluan. Sementara Ratulangi jadi gubernur Sulawesi, Nadjamoedin memutuskan bekerja sama dengan NICA (Pemerintahan Sipil Hindia Belanda).


Pada Februari 1946, Nadjamoedin menghadap Letnan Gubernur Jenderal Hubertus Johannes van Mook dan para pejabat Belanda di Jakarta. Kunjungan Nadjamoedin memuluskan jalan Van Mook merealisasikan idenya untuk menerapkan bentuk negara federal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja Salah Satu Pejuang THR

Ahem Erningpraja getol ikut memperjuangkan agar buruh bisa berlebaran dengan ceria seperti sekarang.
Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Kebrutalan Paman Sam dalam Pembantaian My Lai

Serangan AS ke sekolah Iran akibat kesalahan data intelijen. Hal fatal serupa pernah terjadi di Vietnam yang berujung pembantaian.
When Telenovela Stars Visited Indonesia

When Telenovela Stars Visited Indonesia

Several telenovela lead actors made a visit to Indonesia. They were welcomed by thousands of fans and left with unforgettable memories.
Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje di Jeddah dan Makkah

Snouck Hurgronje pergi ke Jeddah dan Makkah untuk mengamati dan menggali informasi mengenai umat Islam dari Hindia Belanda.
The Bitter Life of Sutan Sjahrir

The Bitter Life of Sutan Sjahrir

Towards the end of his life, Sutan Sjahrir lived as a prisoner under medical care. As bitter as it was, that period was the only time his daughter ever experienced life as part of a complete family.
bottom of page