top of page

Samurai dalam Pembantaian Banda

VOC menyewa samurai untuk melakukan pembantaian di Banda. Sementara samurai yang disewa Inggris justru jadi korban VOC di Maluku.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan yang menggambarkan pembantaian orang-orang Banda oleh para Samurai. (amboyna.org)

  • 15 Mei 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 23 Jan

PULAU kecil di bawah Maluku ini memang tidak semewah Batavia. Tapi ketenarannya mampu memikat orang-orang dari belahan bumi lain untuk datang dan menguasai kekayaan alamnya yang begitu melimpah.


Dalam The Banda Islands: Hidden Histories & Miracles of Nature, disebutkan sebelum VOC datang menguasai kepulauan Banda, Inggris telah lebih dahulu melakukan kontak dengan masyarakat di sana. Mengetahui adanya ladang rempah yang sangat melimpah di Banda, Belanda pun merangsak masuk. Kedua negara penjelajah itu akhirnya bersinggungan, dan melakukan cukup lama perang untuk menentukan kekuasaan pulau.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page