- 15 Apr 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 5 Mei
NAMA Prof. Dr. Sardjito terkenal sebagai rumah sakit di Yogyakarta. Tak banyak yang tahu siapa sosok itu dan apa sumbangsihnya sehingga namanya diabadikan. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai dokter, peneliti, dan akademisi yang berjasa dalam mengembangkan vaksin dan obat-obatan. Semua itu dia lakukan sejak masa Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.
Sardjito lahir di Purwodadi, Magetan, Jawa Timur pada 13 Agustus 1889. Dia putra seorang guru Sekolah Rakyat bernama Sajit dan anak tertua dari lima bersaudara. Sejak kecil, Sardjito menerima pendidikan yang baik. Tidak hanya pengetahuan umum, seperti menulis, membaca, dan berhitung, tetapi juga pengetahuan agama. Ketika usianya baru enam tahun, dia sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Pendidikan formal pertama Sardjito ditempuh di Sekolah Rakyat di Purwodadi. Dia murid yang pintar di sekolahnya. Karenanya, sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, Sardjito mendapat beasiswa ke sekolah Belanda di Lumajang. Sekolah itu khusus bagi kalangan Eropa dan bangsawan pribumi. Di sana pertama kali Sardjito belajar bahasa Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















