top of page

Sardjito, Dokter Revolusi Indonesia

Dokter yang berperan dalam penelitian vaksin dan obat-obatan serta mendirikan universitas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prof. Dr. dr. Sardjito. (Arsip UGM).

15 Apr 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

NAMA Prof. Dr. Sardjito terkenal sebagai rumah sakit di Yogyakarta. Tak banyak yang tahu siapa sosok itu dan apa sumbangsihnya sehingga namanya diabadikan. Semasa hidupnya, dia dikenal sebagai dokter, peneliti, dan akademisi yang berjasa dalam mengembangkan vaksin dan obat-obatan. Semua itu dia lakukan sejak masa Hindia Belanda hingga Indonesia merdeka.


Sardjito lahir di Purwodadi, Magetan, Jawa Timur pada 13 Agustus 1889. Dia putra seorang guru Sekolah Rakyat bernama Sajit dan anak tertua dari lima bersaudara. Sejak kecil, Sardjito menerima pendidikan yang baik. Tidak hanya pengetahuan umum, seperti menulis, membaca, dan berhitung, tetapi juga pengetahuan agama. Ketika usianya baru enam tahun, dia sudah lancar membaca Al-Qur’an.


Pendidikan formal pertama Sardjito ditempuh di Sekolah Rakyat di Purwodadi. Dia murid yang pintar di sekolahnya. Karenanya, sebelum menyelesaikan pendidikan dasar, Sardjito mendapat beasiswa ke sekolah Belanda di Lumajang. Sekolah itu khusus bagi kalangan Eropa dan bangsawan pribumi. Di sana pertama kali Sardjito belajar bahasa Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page