top of page

Sarimin (Tak) Pergi ke Pasar

Topeng monyet merupakan salah satu hiburan mengamen paling umum. Menghibur anak-anak, tetapi memprihatinkan karena monyet kesakitan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pertunjukan topeng monyet. (Charles Breijer/Het Geheugen).

19 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 11 Des 2025

SUARA tambur mengalun, atraksi topeng monyet pun dimulai. Anak-anak dan dewasa mengeliling. “Sarimin pergi ke pasar,” perintah sang dalang. Dia lalu memberikan tas dan payung kecil kepada seekor monyet. Sang monyet pun berjalan berkeliling sejauh tali yang mengikat lehernya. Sang dalang kemudian memberikan motor-motoran, kuda-kudaan, dan gerobak dorong, tentu semuanya berukuran kecil.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page