top of page

Sastrawan Peranakan yang Terlupakan

Kendati karya-karyanya berpengaruh besar dan aktual, nama Kwee Tek Hoay tenggelam oleh diskriminasi hingga terlupakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kwee Tek Hoay, wartawan, sastrawan, dan agamawan peranakan Tionghoa. (Gun Gun Gunadi/Historia.ID).

5 Feb 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Mei

SEPASANG bocah sekolah bikin perkara kecil. Pulang kemalaman naik sepeda tanpa lampu, kedua bocah itu, Willem Tan (Candra Eko Mawarid) dan Johan Liem (Randi Anggara), iseng mengelabui politie agent Indo-Belanda dan Bugis dengan memberi nama dan alamat palsu. Namun keisengan itu justru menimbulkan masalah besar.


Tan Tjo Lat (Derry Oktami) sang wijkmeester alias “bek”: atau pejabat kepala kampung nan pongah dan congkak memanfaatkan perkara itu demi mendapatkan promosi menjadi kapitan Tionghoa, jabatan tertinggi yang bisa dipegang orang Tionghoa di masa kolonial. Si bek bikin rekayasa dan hoax dengan mengaku bahwa dia menangkap dua pemuda yang dimaksud.


Alih-alih berhasil mengambil hati Komisaris Polisi De Stijf (Aryo Bimo), si bek malah kena tulah. Ternyata yang dibawa ke kantor polisi bukan tersangka yang sebenarnya. Alhasil, sang bek dibui.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Mengapa dosen UI rumahnya di Ciputat, sementara kampusnya di Depok? Begini ceritanya.
bg-gray.jpg
Proyek beras sintetis Tekad menjadi skandal korupsi pada awal pemerintahan Soeharto. Dua pengusaha ditangkap di Jepang.
bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
Tragedi Kanjuruhan menyisakan kisah pilu di Pintu 13. Petaka serupa juga terjadi di Argentina yang sialnya tanpa ada pihak yang bertanggungjawab.
transparant.png
bottom of page