top of page

Satu Cinta Tiga Wanita

Fredy S bukan hanya pandai mengarang kisah cinta. Ia juga lihai bermain cinta. Alasannya untuk menimba inspirasi bagi novel-novelnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Keluarga Fredy S dan Sri Suyati. (Dok. Keluarga Fredy S/Historia.ID).

  • 3 Apr 2023
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jan

KISAH cinta ini bermula di Semarang tahun 1972. Ketika hendak mendaftar sekolah di SMA PGRI Semarang, Sri Suyati diperkenalkan seorang teman dengan Fredy S yang baru lulus SMA.  “Rambutnya gondrong. Seniman gembel,” ujar Yati, 59 tahun.


Perkenalan itu berlanjut ke perjumpaan hati. Tiga bulan berpacaran, mereka naik ke pelaminan. Yati tak jadi masuk SMA. Saat menikah, Fredy S berusia 18 tahun, sedangkan Yati 17 tahun. “Kawin muda. Bandel sih.”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page