Diperbarui: 29 Jul
SEBUAH upacara militer diadakan di Salatiga pada 1937. Para serdadu aktif tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) dari perwira sampai tamtama dan dari berbagai kesatuan maupun para pensiunan KNIL pribumi yang tergabung dalam Bond van Inheemse Gepensioneerde Militairen (BIGM) hadir di sana. Sersan Baidin yang sudah sepuh kala itu –sudah berusia 78 tahun– menjadi bintangnya. Upacara itu diadakan untuknya.
“Merupakan kehormatan bagi saya hari ini untuk dapat berbicara pada kesempatan ulang tahun ketiga puluh sebagai Ksatria Militaire Willemsorde,” kata pejabat militer Belanda di acara.
Pejabat itu dan hadirin yang lain mengucapkan selamat kepada Baidin yang telah 30 tahun menjadi ksatria Ridder Militaire Willemorde kelas empat. Baidin mendapatkan bintang ksatria itu lantaran menjadi pahlawan KNIL. Sersan Baidin adalah serdadu KNIL dengan nomor stamboek 33738. Menurut De Locomotief, 30 Maret 1937, Baidin lahir di Bangkalan, Madura, pada 1859.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












