top of page

Sejumput Kisah Sersan Baidin

Ksatria Belanda di Salatiga. Pria asal Madura ini adalah jago tempur tentara kolonial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pensiunan Sersan Baidin di antara para perwira militer yang hadir dalam perayaan 30 tahun Bintang Ksatria yang diterima Baidin (De Locomotief/Delpher)

5 Mar 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

SEBUAH upacara militer diadakan di Salatiga pada 1937. Para serdadu aktif tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) dari perwira sampai tamtama dan dari berbagai kesatuan maupun para pensiunan KNIL pribumi yang tergabung dalam Bond van Inheemse Gepensioneerde Militairen (BIGM) hadir di sana. Sersan Baidin yang sudah sepuh kala itu –sudah berusia 78 tahun– menjadi bintangnya. Upacara itu diadakan untuknya.


“Merupakan kehormatan bagi saya hari ini untuk dapat berbicara pada kesempatan ulang tahun ketiga puluh sebagai Ksatria Militaire Willemsorde,” kata pejabat militer Belanda di acara.


Pejabat itu dan hadirin yang lain mengucapkan selamat kepada Baidin yang telah 30 tahun menjadi ksatria Ridder Militaire Willemorde kelas empat. Baidin mendapatkan bintang ksatria itu lantaran menjadi pahlawan KNIL. Sersan Baidin adalah serdadu KNIL dengan nomor stamboek 33738. Menurut De Locomotief, 30 Maret 1937, Baidin lahir di Bangkalan, Madura, pada 1859.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page