- Petrik Matanasi
- 16 Apr 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 23 Jan
BANDUNG bukan kota yang asing bagi Elisa Sahertian. Nyong Ambon yang sudah punya pengalaman bekerja di pemerintahan ini lama menetap di kota berjuluk “Kota Kembang” itu. Hal itu dimungkinkan karena Bandung adalah kota terbuka bagi banyak etnis sejak dulu.
“Pada bulan Mei 1948 saya mengundurkan diri dari RVD (Rijksvoorlichtingsdienst, red.). Saya kemudian menghabiskan beberapa bulan di Sorong, dan kemudian kembali ke Bandung untuk belajar elektro dan radio,” aku Elisa Sahertian, dikutip koran De Preanger tanggal 3 Februari 1956.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












