top of page

Setengah Abad Wujudkan Subway di Jakarta

Kereta api bawah tanah (subway) di Jakarta telah direncanakan sejak 1964. Mengapa berulang kali gagal?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Desain MRT Jakarta. (jakartamrt.com).

26 Mar 2015
2 menit membaca

Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) atau sistem kereta massal cepat di Jakarta memasuki tahap konstruksi skala besar di jalur Fatmawati-Blok M pada Maret 2015. MRT terdiri dari dua jenis jalur: melayang dan bawah tanah. Jika terwujud, jenis jalur terakhir bakal menjadi hal baru di Jakarta. Ia sebelumnya hanya berupa rencana sejak 1964.


Soemarno, gubernur DKI Jakarta (periode 1960-1964 dan 1965-1966), pernah berencana membangun lintasan kereta api bawah tanah (subway) pada Februari 1964. Menurut dia, jalur kereta api bawah tanah sangat cocok berada di dalam kota, sedangkan jalur di permukaan hanya cocok berada di luar atau pinggiran kota. “Karena menimbulkan kemacetan lalu-lintas,” tulis Djaja, 15 Februari 1964.


Soemarno juga mempertimbangkan peningkatan jumlah penduduk Jakarta. Kota ini hanya berpenghuni 800.000 jiwa pada 1944, tetapi naik drastis menjadi 3 juta jiwa pada 1964. Lalu-lintas pun bertambah ramai. “Kebutuhan pengangkutan karenanya dengan sendirinya menjadi bertambah besar,” kata Soemarno.


Sarana jalan masih terbatas. “Jalan-jalan utama… belum diperlebar di tahun 1960-an,” tulis Firman Lubis dalam Jakarta 1960-an. Angkutan umum juga kurang memadai. Bus terbatas dan menaikinya pun tidak nyaman. Naik trem apalagi; selalu penuh.


Kemacetan mulai membiasa di ibukota. Soemarno memilih mengembangkan moda kereta api untuk mengurangi kemacetan. Dia melihat pengguna kereta api sangat tinggi. “Menurut angka-angka terakhir jumlah penumpang kereta api pada lintas-lintas di Jakarta Raya adalah lebih kurang 80.000 orang sehari,” kata Soemarno. Ini setara dengan daya angkut 2.650 bus.


Seiring pembaruan fungsi Stasiun Gambir dan Senen, Soemarno memandang perlu meremajakan jalur kereta api permukaan di sepanjang Manggarai-Gambir-Jakarta Kota (berjarak 9 kilometer) dan Jatinegara-Senen-Jakarta Kota (10 kilometer). Dia hendak mengganti jalur permukaan itu menjadi jalur bawah tanah.


Untuk menghubungkan jalur kereta api di Jakarta dengan luar Jakarta, Soemarno menetapkan Jakarta Kota dan Manggarai sebagai stasiun pusat untuk kereta penumpang. “Yang pertama untuk penumpang dari Cirebon, Rangkasbitung, dan Tangerang; yang kedua untuk penumpang-penumpang dari Bandung dan Bogor,” kata Soemarno.


Para penumpang dari luar kota bisa melanjutkan perjalanan ke dalam kota melalui jalur bawah tanah. Dengan demikian “kereta api sebagai alat pengangkutan massal dan murah dapat dipertahankan dengan tidak menimbulkan gangguan-gangguan pada lalu-lintas.”


Namun dua periode masa jabatannya, Soemarno gagal mewujudkan rencananya. Ali Sadikin, gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, lebih menekankan perbaikan transportasi bus umum (Perusahaan Pengangkutan Djakarta/PPD) ketimbang mewujudkan jalur kereta api bawah tanah.


Sempat hilang puluhan tahun, rencana pembangunan kereta api bawah tanah mengemuka lagi pada 1986. Soeprapto, gubernur DKI Jakarta periode 1982-1987, dan pemimpin Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) berniat mengubah jalur kereta api permukaan. Pilihannya dua: melayang atau bawah tanah. Mereka memilih rel layang. “Rel layang dipilih karena biaya pembuatannya murah,” tulis Kompas, 13 Februari 1986.


Saat rel layang resmi beroperasi pada 1992, Sealand International Group, perusahaan besar dari Hong Kong, berminat membangun jalur kereta api bawah tanah di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Sejumlah gubernur menyambut gembira kabar itu. Tapi krisis ekonomi menerpa Indonesia pada 1997. Rencana pembangunan pun menguap lagi.


Setelah kegagalan berulang-ulang, pembangunan jalur kereta api bawah tanah di Jakarta mulai terlaksana pada 10 Oktober 2013 saat pemerintah provinsi DKI Jakarta meresmikan pembangunan MRT.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Belanda menampung penderita gangguan jiwa secara cuma-cuma. Seolah menolong, sejatinya tetap saja memeras keringat mereka si miskin.
Belanda menampung penderita gangguan jiwa secara cuma-cuma. Seolah menolong, sejatinya tetap saja memeras keringat mereka si miskin.
Valentino Rossi melegenda bukan hanya karena gelar juara. Insiden dan perkara di luar arena juga mengiringinya.
Valentino Rossi melegenda bukan hanya karena gelar juara. Insiden dan perkara di luar arena juga mengiringinya.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
Rivalitas paling panas dalam sepabola Inggris. Bermula dari persaingan ekonomi dan industri.
transparant.png
bottom of page