top of page

Siapa Menyimpan Perempuan Simpanan

Perempuan simpanan berada di berbagai tempat dan waktu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Judul: Wanita Simpanan. Penulis: Elizabeth Abbott. Penerbit: Alvabet. Terbit: 2013. Tebal: 632 halaman.

1 Apr 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 19 Des 2025

Elizabeth Abbott tahu soal perempuan simpanan dari olok-olok ibunya kepada kakeknya, seorang pembuat bir kaya dan politikus kota Detroit, Amerika Serikat. Sang kakek disebutnya memelihara “sarang cinta” yang dihuni perempuan-perempuan cantik.


Abbott mengenal lebih jauh setelah berkenalan dan berteman dengan dua perempuan simpanan, Katerina dari Jerman Timur dan Ghislaine Jeudi dari Haiti –keduanya nama samaran untuk menghindari kemungkinan mempermalukan keduanya, tanpa mengurangi kebenaran kisah mereka. Dari situlah dia menulis buku ini. “Bahan yang begitu banyak, termasuk dalam suratkabar, menunjukkan bahwa wanita simpanan ada di mana saja,” tulis Elizabeth Abbott.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page