- Hendi Jo
- 24 Sep 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Jan
JALAN sunyi di pusat kota Cianjur itu masih menyisakan masa lalu. Pohon-pohon mahoni tua berderet, menaungi rumah-rumah lama dan bangunan-bangunan toko. Sementara itu, di ujung jalan, beberapa gedung sekolah milik yayasan Katolik berdiri megah. Orang-orang Cianjur mengenal ruas jalan itu sebagai Jalan Barba (Barisan Banteng).
“Nama itu diambil dari Laskar BBRI (Barisan Banteng Republik Indonesia) yang pada zaman revolusi pernah sangat berjaya di kota ini,” ujar Moeljadi, 77 tahun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












