top of page

Sniper Peranakan Beraksi di Kediri

Meski hanya milisi wajib militer, Jan van Oort beraksi di medan tempur layaknya jago tempur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi sniper. Seorang sniper tentara Jerman dalam Perang Dunia II. (Bundesarchiv/Wikipedia)

22 Sep 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Mar

HINDIA Belanda sedang genting. Tentara Jepang sudah beberapa hari memasuki bagian barat Pulau Jawa. Sebelum tentara Jepang datang, ribuan laki-laki terkena wajib militer. Tak hanya mereka yang masih muda, mereka yang sudah berusia kepala empat dan bahkan anak sekolah menengah yang berusia belasan tahun pun juga kena wajib militer dan menjadi milisi bagi tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL).


Tentara KNIL di Jawa Timur pun merasa dalam bahaya. Sebab, tentara Jepang bergerak amat cepat ke arah timur. Nyaris tak memberi nafas bagi KNIL untuk bergerak membendung mereka. Tak hanya kota pelabuhan seperti Surabaya yang direbut, pada awal Maret 1942 kota pedalaman seperti Kediri pun sudah dirasuki tentara Jepang.


Tanda bahaya pun menyala di kota Kediri, salah satu pusat keresidenan di Jawa Timur. Kota yang terletak di antara Gunung Kelud dan Gunung Wilis (kini Liman) itu dipertahankan 200 tentara di bawah Kapten J.C. Gijsberts.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page