top of page

Soemarsono di Surabaya

Kesaksian Rosihan tentang peristiwa Surabaya tak bersifat mutlak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Soemarsono, pejuang dalam Pertempuran Surabaya.

  • 13 Des 2010
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei 2025

Pada 10 November 2010 harian Kompas memuat artikel wartawan senior Rosihan Anwar yang berjudul “Inga-Inga 10 November 1945”. Ada tiga hal yang dia ingin katakan dalam artikelnya: pertama, dia adalah saksi sejarah yang turut hadir dalam beberapa peristiwa penting pada era awal revolusi Indonesia; kedua, dalam masa revolusi banyak orang yang tak bisa dipegang omongannya seperti para pemuda yang justru tidak ikut pertempuran; dan ketiga, seperti yang ditulis pada paragraf terakhir artikelnya, dia adalah seorang Sjahririest atau pengikut Sutan Sjahrir. Untuk persoalan yang ketiga, penulis tidak akan campur urusan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
transparant.png
bottom of page