top of page

Sriwijaya Tak Berkuasa hingga Thailand

Temuan arkeologis membantah fakta Sriwijaya sebagai kerajaan terbesar di Nusantara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peta wilayah Sriwijaya dalam Pameran Kedatuan Sriwijaya di Museum Nasional, Jumat 17 November 2017.

19 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

PELAJARAN sejarah menyebutkan, Sriwijaya merupakan kerajaan maritim besar yang pernah ada di Nusantara. Wilayahnya membentang luas hingga Malaysia dan Thailand.


Namun, menurut Bambang Budi Utomo, peneliti dari Pusat Penilitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), wilayah Sriwijaya hanya sepanjang Selat Malaka hingga pantai timur Sumatera. Hal itu dibuktikan dari temuan Prasasti Karangjati, Kedukan Bukit, dan Telaga Batu. Ketiganya menunjukkan wilayah inti kekuasaan Sriwijaya.


Prasasti Kedukan Bukit (605 Saka) di kaki Bukit Siguntang, misalnya, berisi tentang perjalanan Raja Dapunta Hyang dari Koying untuk menemukan tempat baru sampai membangun kota di Kaki Bukit Siguntang, Palembang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page