top of page

Suka Duka Juru Warta Istana Era Bung Karno

Bung Karno termasuk presiden yang cukup akrab dan hangat dengan wartawan. Namun, selain kesepakatan tak tertulis yang mesti dihormati para juru warta, mereka juga harus hati-hati dengan pengawal presiden.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para juru foto di Istana Bogor mengabadikan momen Presiden Sukarno menerima tamu negara asing, 15 Oktober 1962. (Getty Images).

  • 16 Jun 2025
  • 3 menit membaca

ADA kesepakatan tak tertulis di kalangan wartawan peliput di istana kepresidenan masa Sukarno. Para wartawan dilarang untuk memotret Sukarno dalam keadaan tanpa mengenakan kopiah. Kopiah hitam yang menjadi ciri khas tentu menambah gagah potret Sukarno. Tapi ketika dilepas, maka tampaklah rambut presiden RI pertama itu yang kian menipis.


Namun, Alex Lumi, juru foto Mingguan Ujana, sekali waktu lalai pada kesepakatan tersebut. Pada 1963, di hari wafatnya Perdana Menteri Juanda, Alex datang ke kantor perdana menteri di Jalan Merdeka Selatan (kini menjadi Istana Wakil Presiden) untuk meliput. Di saat yang sama, Sukarno juga datang melayat. Ketika Sukarno menyalami Ny. Juanda, Alex dengan sigap membidikkan kamera dengan lampu kilat yang menyala. Celaka, saat itu Sukarno sedang tidak mengenakan kopiah. Sadarnya dirinya dipotret, Sukarno menoleh dan langsung memanggil Alex.


“Ketika saya melangkah mendekati Bung Karno serasa saya berjalan melayang, tidak menapak di lantai,” ujar Alex seperti dituturkan J. Osdar dalam Bung Karno di Antara Saksi dan Peristiwa suntingan Farrel M. Rizky.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Siapa yang tak suka berwisata sambil menikmati sajian makanan khas. Di Indonesia, pusatnya ada di Banyuwangi.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Sebagaimana Hendra/Ahsan, Christian Hadinata juara dunia tanpa disangka plus menorehkan rekor.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Ini tentang manusia mulai mengenal komik, superhero pertama dalam komik, tokoh pencipta Tintin, dan komik bertema kehidupan masyarakat Indonesia.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
Dinas rahasia Inggris merekrut pengungsi-pengungsi Yahudi untuk menyadap obrolan para perwira Nazi.
transparant.png
bottom of page