top of page

Martin Aleida, Sang Peliput Istana

Bagaimana seorang wartawan muda menjadi saksi sejarah kemanusiawian sosok Sukarno dari jarak dekat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Martin Aleida. (Fernando Randy/Historia.ID).

24 Jun 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 10 Agu

SUATU hari yang tidak biasa terjadi di redaksi Harian Rakjat, suratkabar partisan milik PKI. Njoto, wakil ketua CC PKI (orang ketiga dalam partai) datang. Hari itu, Njoto-lah yang memimpin rapat redaksi. Sementara itu, wartawan muda bernama Nurlan duduk menyaksikan dari belakang.


“Tiba-tiba, dia mengatakan yang akan menggantikan Anwar Dharma adalah Nurlan. Semua orang melihat ke belakang, kepada saya,” tutur Martin Aleida dalam dialog sejarah Historia “Kisah Wartawan Zaman Bung Karno”, 23 Juni 2020.


Nurlan adalah nama kecil Martin Aleida. Ketika ditunjuk Njoto, usianya kala itu belum genap 22 tahun. Posisi baru yang akan dilakoninya cukup mentereng pada zamannya: menjadi wartawan Harian Ra’jat yang khusus bertugas di Istana Negara untuk meliput kegiatan Presiden Sukarno.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
transparant.png
bottom of page