top of page

Sultan Bagi-bagi Uang di Masa Perang

Kedermawanan Sultan Hamengkubuwana IX tak semata berupa menyantuni rakyat. Sultan membantu membiayai pemerintahan republik semasa diterpa gejolak. Enggan digembar-gemborkan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sri Sultan Hamengkubuwana IX medio 1949 ketika masih menjabat menteri pertahanan (Anefo/nationaalarchief.nl)

4 Jul 2025
4 menit membaca

SALAH satu gebrakan Dedi Mulyadi semenjak menjabat sebagai gubernur Jawa Barat, yakni menampilkan citra populis via laku filantropis, menjadi fenomena yang viral belakangan ini. Beberapa sumber menyebutkan, sosok yang acap disapa KDM (Kang Dedi Mulyadi) itu sudah sering terlibat kegiatan-kegiatan sosial kemanusiaan sejak aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai ketua cabang Purwakarta pada 1990-an. Sumber lain menyebutkan, ia sudah sering memunculkan citra merakyat semenjak menjadi wakil bupati Purwakarta pada 2003. 

 

“Dedi membawa kekuatan komunikasi yang persuasif, pendekatan langsung ke masyarakat, serta jaringan pemuda dan aktivis yang solid. Ia dikenal dekat dengan warga dan sering tampil dengan gaya bicara yang lugas dan merakyat. Sebuah pendekatan yang akan menjadi ciri khasnya di masa mendatang,” tulis Muhammad Afdan Rojabi dalam Dedi Mulyadi: Bapak Aing.

 

Seiring kemajuan teknologi informasi, KDM pun memanfaatkan media sosial. Ia jadi lebih sering “menyapa” warga via akun Youtube-nya. Tak jarang ia mengambil video secara selfie ketika berinteraksi dengan masyarakat. Ketika kemudian jadi gubernur, KDM sudah punya tim konten sehingga acapkali dirinya dijuluki “Gubernur Konten”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page