Bulan-bulan terakhir 1945, Ibukota Jakarta tak aman karena rongrongan tentara Belanda. Yogyakarta Menjadi Ibukota baru, tak lama setelah tahun baru 1946.
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
Komentar