top of page

Tan Malaka dan Delapan Tokoh Indonesia Jadi Nama Jalan di Amsterdam

Daftar nama jalan di Belanda yang mengabadikan nama pejuang Indonesia kian bertambah. Mengapa tak ada nama Sukarno?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sejarawan Harry A. Poeze menunjuk foto-foto Tan Malaka yang dipajang dalam pameran Surat Pendiri Bangsa. (Youtube Jakartanicus).

  • 3 Agu 2019
  • 3 menit membaca

PEMERINTAH Kota Amsterdam akan meresmikan penggunaan nama jalan-jalan di kawasan pemukiman Ijburg yang mengabadikan 27 nama tokoh antikolonial dari negara bekas koloni Belanda, sembilan di antaranya dari Indonesia. Selain sembilan nama tokoh, bakal ada satu nama jalan yang menggunakan nama Merdekastraat atau Jalan Merdeka.


Wilayah Ijburg adalah kawasan pemukiman yang terletak di Ijmeer, pulau buatan sebelah tenggara Amsterdam itu, akan terpajang nama Tan Malaka (Tan Malakastraat), RM Soewardi Soerjaningrat alias Ki Hadjar Dewantara (Suwardistraat), SK Trimurti (Trimurtistraat), Kapiten Pattimura (Pattimurastraat), Pangeran Diponegoro (Diponegorostraat dan Diponegorohof), Maria Ullfah (Mariaulfahstraat), Soekaesih (Soekaesihstraat), Roestam Effendi (Roestam Effendistraat), Lambertus Nicodemus Palar (Palarstraat).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
transparant.png
bottom of page