top of page

Tanpa Pajak, Palembang Kaya

Bukan pajak yang membuat Palembang kaya, tapi lada dan timah. Perdagangan adalah sumber kekayaannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Singgasana raja di Kesultanan Palembang. (D.W. Fisher-Freberg/Wikipedia)

4 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

SEBAGAIMANA banyak sungai di Indonesia, Sungai Musi di Palembang sedang dalam keadaan tak baik. Salah satu penyebabnya adalah perubahan lahan basahnya untuk dijadikan lahan berbagai kepentingan ekonomis. Akibatnya, fungsi ekologis sungai berubah. Pada gilirannya, tak hanya lingkungan alam yang terdampak tapi juga manusia di sekitarnya.


“Bukan tidak mungkin dalam lima tahun ke depan, masyarakat di lahan basah Sungai Musi mengalami krisis pangan dan tidak punya pendapatan lagi dari hasil alam. Infrastruktur seperti pembangunan jalan dan rumah mungkin sulit untuk dicegah, tapi sebaiknya menggunakan tiang seperti yang dilakukan masyarakat di masa lalu,” ujar Dr. Yulian Junaidi dari Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, dikutip mongabay.co.id, 8 Mei 2024.


Sungai Musi merupakan urat nadi kehidupan di Palembang dan lebih luas, Sumatera Selatan, sejak lama. Ukurannya yang lebar membuat kapal dari laut (sekitar Teluk Bangka) mudah masuk ke Palembang yang jauh dari pesisir. Banyak kapal dagang, entah dari Jawa, Madura, Bali, Sulawesi dan negeri-negeri lain di luar Nusantara mengunjungi pelabuhan Palembang dengan membawa beras, garam, kain dan beragam komoditas lain. Itu berlangsung sejak era Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page