top of page

Tentara Merah di Selingkung Gunung

Para mantan pejuang enggan menyerahkan senjata. Dihormati petani karena membagi tanah, ditakuti karena citra bromocorah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Merapi Merbabu Complex. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

13 Des 2022
16 menit membaca

HUJAN masih deras bakda Magrib ketika kau melepas mantel di depan sebuah rumah beratap limasan di Dusun Jetis, Jlarem, Kabupaten Boyolali. Di halaman rumput yang cukup luas itu, kau akan melihat sepasang mata bola mengintip dari jendela. Bisa jadi itu adalah Sastro Martono, lelaki berkacamata yang rambutnya telah memutih.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page