top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Terhibur Suara Sendiri

Semula hanya alat pemutar melodi tanpa vokal, karaoke berkembang menjadi tempat melepas stres. Dari Jepang, karaoke kemudian hadir di Indonesia.

6 Apr 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Anak-anak muda dari Asia menyanyi di klub karaoke. (BAZA Production/Shutterstock).

  • 6 Apr 2023
  • 7 menit membaca

DI pelataran parkir itu, beberapa sepeda motor berjejer rapi. Kertas bertuliskan “Sepeda motor dilarang parkir mulai pukul 18.00” terpampang di tembok dekat pelataran parkir. Sementara di dekat pintu masuk, meja untuk menerima tamu dibiarkan berdebu tipis. Masuk ke dalam, lorong gelap menyambut. Dindingnya bercat hitam dengan sedikit ornamen putih. Terdapat lift di ujung lorong. Begitu terbuka, tersua kertas bertuliskan “Untuk menyambut Ramadan, Roppongi Papa tutup selama tiga hari”.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page