top of page

Terpikat Padi Ajaib

Padi IR meningkatkan produktivitas panen dengan waktu tanam pendek. Tapi, yang ajaib bukan berarti tanpa masalah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Amerika Serikat Lyndon B. Johnson mengunjungi IRRI. Berdiri dari kiri ke kanan adalah Peter Jennings, Hank Beachel, dan Presiden Filipina Ferdinand Marcos. Duduk sebelah kiri adalah Robert Chandler, 26 Oktober 1966. (irri.org).

  • 2 Nov 2024
  • 9 menit membaca

Diperbarui: 28 Jul

MUSIM kering 1966, S.K. De Datta, seorang agronomis muda India yang bergabung dengan Lembaga Penelitian Padi Internasional (IRRI), melakukan ujicoba penanaman IR8 dengan kondisi pupuk yang berbeda. Ketika panen, De Datta terkagum-kagum karena IR8 menghasilkan sekira 5 ton per hektar tanpa pupuk dan hampir 10 ton dengan 120 kg nitrogen per hektar. Padahal hasil rata-rata di Filipina kala itu hanya sekitar 1 ton per hektar. Dia kemudian menunjukkan data itu kepada Henry Beachell, kepala pemuliaan padi IRRI, yang langsung mengajaknya menemui Robert Candler, direktur IRRI.  


Candler sedang memimpin sebuah seminar. Begitu rampung, dia melihat kegembiraan di wajah Beachell dan De Datta. Chandler mengajak mereka ke kantornya. Ketika De Datta menunjukkan datanya, Chandler bersemangat. “Seluruh dunia akan mendengar tentang hal ini,” kata Chandler. “Kita akan membuat sejarah!” Dia menjabat tangan dan mengucapkan selamat kepada Beachell dan De Datta.  


Segera laporan serupa datang ke IRRI dari seluruh Asia, termasuk panen 11 ton di Pakistan.


Kabar itu sampai ke telinga Presiden Filipina Ferdinand Marcos. Dengan helikopter dia pun terbang ke markas IRRI di Los Banos, Manila, Filipina. Mendengar penjelasan dari staf IRRI, Marcos langsung kepincut dan memerintahkan memperbanyak benih IR8 secepat mungkin. Dia ingin mewujudkan swasembada beras di Filipina selama masa pertama jabatannya.


Dengarkan CeritaTerpikat Padi Ajaib

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page