- 18 Nov 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 28 Jul
DALAM amanatnya pada peringatan ulang tahun ke-19 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1965, Presiden Sukarno berkisah tentang Pak Jagus. Sukarno bertemu Pak Jagus ketika ibu kota berada di Yogyakarta. Dia menugasi petani dari Klaten itu untuk mengembangkan padi jenis baru.
Kepada Pak Jagus, Sukarno memberi tiga syarat dalam mengembangkan padi jenis baru ini. Pertama, padi tidak boleh menghabiskan banyak air. Kedua, meski minim air, hasil panennya harus sama dengan padi sawah biasa. Ketiga, padi baru ini rasanya harus enak.
Suatu hari, Pak Jagus datang menemui Sukarno. Dia membawa padi jenis baru hasil penelitiannya. Sukarno memerintahkan padi baru itu ditanam secara luas dan diberikan kepada rakyat untuk dicoba. Namun, ternyata hasilnya tidak memuaskan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















