- Wildan Sena Utama

- 27 Sep 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 16 Jan
DARI tanggal 21 Agustus sampai 24 Agustus Presiden Joko Widodo melakukan lawatan ke empat negara Afrika: Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan. Momen ini historis karena merupakan kunjungan luar negeri pertama Jokowi ke kawasan Afrika selama menjabat sebagai presiden.
Jokowi berpendapat bahwa hubungan antara Indonesia dan Afrika telah terjalin panjang. Indonesia merupakan inisiator dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang diadakan di Bandung tahun 1955. Hubungan antara Indonesia dan Afrika berlanjut dalam Gerakan Non-Blok yang dianggap sebagai pewaris dari aspirasi perdamaian dan non-blok dari KAA. Jokowi menekankan bahwa ‘Spirit Bandung inilah yang akan saya bawa dalam kunjungan ke Afrika dengan memperkokoh solidaritas dan kerja sama di antara negara-negara Global South.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












