Diperbarui: 15 Sep
SAKING tak sabarannya, hari itu, 7 Juni 1950, Perdana Menteri (PM) India Pandit Jawaharlal Nehru mendekat ke pagar pembatas dek kapal penjelajah ringan INS Delhi (C74) yang membawanya ke Jakarta. Ia melambaikan tangan kepada ribuan penyambutnya begitu kapalnya bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.
Narator dalam bahasa Inggris menerangkan bahwa PM Nehru datang ke Jakarta untuk memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) Sukarno dan Wakil Presiden cm PM Mohammad Hatta. Saat turun dari kapal, Nehru langsung disambut Gubernur Militer Jakarta Kolonel Daan Jahja.
Dalam anjangsananya selama 10 hari, PM Nehru melakoni segudang agenda. Selama di Jakarta saja ia menjalani agenda penyambutan Presiden Sukarno di Istana Negara dan Ketua DPR Mr. RM Sartono di Pejambon, tur keliling kota Jakarta ditemani Presiden Sukarno, mengunjungi Museum Jakarta (kini Museum Nasional), hingga gala dinner yang turut diramaikan kalangan pejabat diplomatik negara-negara asing di Istana Negara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















