top of page

Ketika Hatta dan Pengusaha India Kerjai PM Nehru

Demi alasan keamanan menuju India untuk menemui Perdana Menteri Jawaharlal Nehru, Mohammad Hatta menggunakan paspor orang lain. Nehru pun tertipu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Biju Patnaik bersama saat akan membawa rombongan Kowani ke India (repro "Saya, Soeriadi, dan Tanah Air")

21 Okt 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 31 Mar

SUDAH lima hari Wakil Presiden Mohammad Hatta berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Safari politik pada pertengahan 1947 itu merupakan kunjungan pertama ke kota kelahirannya setelah Indonesia merdeka. Kunjungan itu dilakukan Hatta untuk memberi penjelasan kondisi negara kepada rakyat atas permintaan beberapa anggota KNIP Daerah Sumatra.


Pada hari kelima, Hatta kedatangan tamu seorang India bernama Biju Patnaik. Ia merupakan pengusaha penerbangan sekaligus sahabat Perdana Menteri India Pandit Jawaharlal Nehru. Ia datang ke ibukota Indonesia, Yogyakarta, untuk membawakan bantuan obat-obatan dari Nehru sebagai bentuk dukungan terhadap revolusi Indonesia dan balas budi India atas tawaran bantuan beras dari Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page