top of page

Viva Vivian! Transeksual yang Mengubah Jenis Kelamin

Iwan bukan yang pertama di Indonesia menjalani operasi menjadi perempuan. Dia menjadi kontroversi karena ingin melegalkan status barunya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pernikahan Vivian Rubianti Iskandar dengan Felix Rumayar, 1975. (Berita Buana, 4 November 1975/Perpusnas RI).

3 Nov 2010
5 menit membaca

Diperbarui: 24 Jan

INI hari yang membahagiakan bagi Vivian. Bergaun pengantin warna putih, dia terlihat begitu anggun ketika turun dari sebuah Mercy 300 SEL. Dengan luwes dia melangkah memasuki ruangan resepsi di sebuah restoran mewah di Jakarta, menggandeng tangan Felix Rumayar. Dia merasa jadi ratu semalam setelah sebelumnya menikah di sebuah gereja Katolik di Petamburan dan mencatatkan pernikahan di kantor Catatan Sipil, awal November 1975.


Sejumlah orang penting hadir, antara lain pengacara kondang Adnan Buyung Nasution dan Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Kuncoro, sejawatnya di Viva Kosmetik, memberi sambutan dengan kisah pertemuan kedua mempelai, lalu mengakhirinya dengan teriakan: “Viva Vivian, Viva Felix!”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page