- 27 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
BERBEDA dari di Jawa, setelah tahun 1965, orang-orang Partai Nasional Indonesia (PNI) di Bali ikut pula membersihkan partai Komunis Indonesia (PKI). Banyak orang Bali kena “garis” alias dihabisi dengan dalih terlibat G30S atau dicap PKI pada 1966. Bahkan, Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja (1923-1966) juga hilang tak tentu rimbanya meski sang gubernur sendiri bukan anggota PKI. Habisnya PKI di Bali berarti Orde Baru tegak di sana.
Beberapa tahun setelah kaum komunis Bali dihabisi, PNI ternyata tidak menjadi kolega yang baik bagi rezim militer Orde Baru. Bagi para jenderal Orde Baru, PNI tentu tetaplah bagian dari Sukarno, yang mungkin bisa membahayakan mereka. Oleh karenanya, para jenderal itu membuat kendaraan politik baru yang bisa menguasai Pemilu. Kendaraan itu adalah Golongan Karya (Golkar).
Buleleng yang berpusat di Singaraja dipilih oleh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) sebagai basis untuk bekerja keras membangun Golkar. Upaya ini dilakukan sebelum Pemilu 1971.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















