Diperbarui: 6 Agu
SEKIRA 250 ribu jamaah yang menyesaki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Palestina, mendirikan shalat tarawih berjamaah dengan khusyuk di malam Lailatul Qadar, Rabu (27/4/2022) waktu setempat. Pelaksanaan ritual itu berjalan lancar walau di luar kompleks masjid, di jalan-jalan Kota Tua Yerusalem, maupun di pos jaga Qalandia tetap diawasi pasukan Israel dengan ketat. Pun ketika selesai, 250 ribu jamaah itu keluar dari kompleks Al-Aqsa dengan tertib.
Pengawalan pasukan itu merupakan realisasi dari pernyataan pemerintah Israel yang mengklaim akan tetap mempertahankan status quo kompleks Masjid Al-Aqsa yang steril dari non-muslim. Kompleks Masjid Al-Aqsa sendiri berlokasi di kawasan Har Bayit (Bukit Kuil, sebutan Yahudi) atau Al-Haram ash-Sarif (Tempat Suci, sebutan Arab) yang merupakan kawasan suci bagi tiga agama samawi: Islam, Yahudi, dan Kristen. Selain kompleks Al-Aqsa, di sana juga terdapat Tembok Ratapan yang jadi tempat suci Yahudi.
Suasana tarawih Rabu itu berbeda dengan suasana dua pekan lalu, yang penuh teriakan dan jeritan muslim Palestina maupun letupan senjata pasukan Zionis Israel. Pada Jumat pagi, 15 April 2022, kompleks Al-Aqsa diserbu pasukan Israel. Dengan arogan pasukan Israel menggeruduk masjid, menahan 400 orang, dan melukai 150 lainnya dengan granat kejut dan peluru karet.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












