top of page

Aksi Penyamaran Hoegeng

Kapolri Hoegeng kerap turun langsung ke lapangan demi membongkar sindikat pengedar narkotika. Pernah menyamar jadi orang teler dan berhasil meringkus anak seorang menteri.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso menyamar jadi hippies. (Repro Hoegeng, Polisi: Idaman dan Kenyataan).

2 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 27 Mar

PERNAHKAH Anda membayangkan seorang Kepala Kepolisian RI mengenakan wig panjang dan kemeja bunga-bunga berikut syal di leher, lalu menghisap rokok kretek sambil pura-pura teler? Aksi demikian pernah dilakukan Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968-1971.


“Itulah pekerjaan gila yang pernah saya lakukan ketika saya menjabat kepala polisi, menyamar jadi hippies dan bergaul di antara para pecandu narkotik,” tutur Hoegeng kepada wartawati Tempo Leila S. Chudori pada 22 Agustus 1992, yang dimuat dalam jilid ketiga Memoar Senarai Kiprah Sejarah.


Hoegeng terpaksa menyamar. Peredaran narkotika di kalangan anak muda telah sampai tahap yang meresahkan. Hoegeng tentu sadar tindakannya penuh resiko dan membahayakan diri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page