- 2 Jul 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 27 Mar
PERNAHKAH Anda membayangkan seorang Kepala Kepolisian RI mengenakan wig panjang dan kemeja bunga-bunga berikut syal di leher, lalu menghisap rokok kretek sambil pura-pura teler? Aksi demikian pernah dilakukan Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968-1971.
“Itulah pekerjaan gila yang pernah saya lakukan ketika saya menjabat kepala polisi, menyamar jadi hippies dan bergaul di antara para pecandu narkotik,” tutur Hoegeng kepada wartawati Tempo Leila S. Chudori pada 22 Agustus 1992, yang dimuat dalam jilid ketiga Memoar Senarai Kiprah Sejarah.
Hoegeng terpaksa menyamar. Peredaran narkotika di kalangan anak muda telah sampai tahap yang meresahkan. Hoegeng tentu sadar tindakannya penuh resiko dan membahayakan diri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















