top of page

Alarm Perang Dunia Ketiga

Perang Dunia Ketiga bukan suatu hal mustahil. Bisa jadi terpicu di Timur Tengah, maupun di Laut Natuna.

loading_historia_white.gif
transparant.png

TNI mengirim Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) yang berasal dari tiga matra TNI untuk menjaga Laut Natuna Utara dari sengketa dan pelanggaran kedaulatan RRC. (tni.mil.id).

  • 9 Jan 2020
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 3 Feb

TANDA pagar (tagar) “Perang Dunia III” tengah meramaikan jagat maya beberapa hari belakangan. Beberapa meme bertema sama juga mencuat di sana-sini meski belum menghapus kecemasan akan “alarm” Perang Dunia Ketiga yang bukan isapan jempol belaka. Banyak pengamat militer dan politik, bahkan sejumlah pemimpin dunia, mengkhawatirkan potensi itu selepas serangan drone Amerika Serikat yang menewaskan petinggi militer Iran paling dihormati, Jenderal Qassem Soleimani, di Baghdad, 3 Januari 2020.


Pasalnya, sehari berselang Iran mengibarkan bendera merah sebagai simbol perhitungan. Baik pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei maupun Presiden Iran Hasan Rouhani, sama-sama menjanjikan pembalasan militer, bukan solusi diplomatis. Gawatnya, Presiden Amerika Donald Trump membalas ancaman itu dengan mengatakan, jika Iran bikin perhitungan secara militer, ia bakal hantam balik 52 lokasi penting Iran.


Apakah ini bakal jadi pemicu PD III? Atau mungkin PD III malah bakal bermula di Laut Cina Selatan, mengingat situasi di wilayah laut yang dipersengketakan ini juga memanas beberapa tahun belakangan, dengan yang terbaru sengketa RI-RRC di Natuna?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Rasa kebangsaan Ahmad Subardjo tergugah oleh tulisan Soewardi Soerjaningrat dan pidato Tjokroaminoto. Dia juga sempat menggeluti teosofi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Sekuel “Venom 2” menghadirkan drama-action berbalut komedi. Karakter anti-hero yang mulanya berasal dari sayembara penggemar.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Merekam situasi zaman dalam goresan pensil di atas selembar kertas.
Orang gemuk bukan hanya menghadapi ancaman berbagai penyakit, tapi juga persepsi publik.
Orang gemuk bukan hanya menghadapi ancaman berbagai penyakit, tapi juga persepsi publik.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Memaknai kembali hubungan Jepang dan Indonesia lewat pameran Sakura di Khatulistiwa. Digelar pada 9 Agustus hingga 10 September 2022.
Memaknai kembali hubungan Jepang dan Indonesia lewat pameran Sakura di Khatulistiwa. Digelar pada 9 Agustus hingga 10 September 2022.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
Habis cuju, terbitlah sepakbola modern. Tim Naga membuka peluang mengulang lolos ke Piala Dunia usai membekap “Garuda”.
transparant.png
bottom of page