top of page

Alasan Cola Serang Sriwijaya

Sebelumnya bersahabat, Cola kemudian berubah sikap. Kerajaan di India itu mengobrak-abrik Sriwijaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Rajendra Chola di medan perang, dalam panil relief Candi Kolaramma, India

12 Apr 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

SERANGAN Kerajaan Cola, sebuah dinasti Tamil di India Selatan, konon turut mengantar Kerajaan Sriwijaya ke akhir masa keemasannya. Padahal, sebelumnya Sriwijaya dan India Selatan berhubungan baik sejak abad ke-9 M. Prasasti Nalanda (860 M) menyebut Raja Sriwijaya, Balaputradewa, pernah mendirikan vihara di Nalanda.


Hal itu ditiru penerusnya. Pada 1005 M, Raja Cudamaniwarman mendirikan kuil di Nagipattana (Nagapattinam, Pantai Koromandel). Pembangunan candi ini tak selesai kemudian dilanjutkan putranya, Marawijayatunggawarman. Saat itu, Kerajaan Cola sudah berdiri dan dipimpin oleh Rajaraja (985-1014).


Namun, ketika Rajendracola I naik takhta pada 1012 menggantikan ayahnya, Rajaraja, sikapnya terhadap Sriwijaya berubah. Dia menyerang Sriwijaya pada 1025 M dan 1068/1069 M. Penyebabnya tak begitu jelas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page