top of page

Alkisah Pesawat Hibrida Sakae-Bleinheim dari Maospati

Di zaman kemerdekaan, TNI AU membangun kekuatannya secara mandiri dengan aneka “trial and error”. Pesawat Sakae-Bleinheim satu di antaranya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pesawat Sakae Bleinheim "blasteran" Inggris-Jepang yang dimodifikasi para teknisi AURI di Lanus Maospati. (Repro Mengubah Hayabusa menjadi Garuda/Dispenau).

17 Mar 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Jul

KESUKSESAN Pangkalan Udara Panasan (kini Lanud Adi Soemarmo), Solo mendapatkan bantuan pesawat dari Lanud Bugis (kini Lanud Abdulrahman Saleh) pada 5 Maret 1946 membuat beberapa teknisi Tentara Republik Indonesia Djawatan Udara (kini TNI AU) berharap hal serupa. Salah satunya Opsir Muda Udara II (OMU II, setara letnan dua) Hardjono dari Lanud Maospati (kini Lanud Iswahjudi). 


“Pada 5 Maret 1946 sebuah pesawat Cukiu (pesawat latih Tachikawa Ki-55, red.) diterbangkan dari Pangkalan Udara Bugis Malang ke Panasan Solo. Adapun pesawat yang diberikan sudah diberi nomor registrasi TK-007 dalam keadaan siap terbang,” tulis Haril M. Andersen dalam Sang Elang: Serangkai Kisah Perjuangan H. AS. Hanandjoeddin di Kancah Revolusi Kemerdekaan RI


Timbulnya harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab, Lanud Bugis –saat itu masih di bawah Divisi Untung Surapati (TRI Darat)– memiliki lebih banyak pesawat bekas Jepang ketimbang beberapa lanud lain. Beberapa di antaranya mampu diperbaiki dan sudah diberi roundel Merah Putih oleh satuan teknisi pimpinan Lettu Hanandjoeddin sehingga siap terbang. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page