top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Anak Kolong dari Cilegon

Bing Slamet sejatinya tak punya darah seni dari orangtuanya. Ayahnya seorang komandan polisi lapangan pada masa kolonial Belanda. Bakat seninya karunia Tuhan.

20 Jan 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bing Slamet (berdiri di depan, kedua dari kanan) ketika berumur empat tahun bersama orangtua dan saudara-saudaranya di Cilegon, 1931.

  • 20 Jan 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 30 Des 2025

GADIS itu cantik dan pintar. Mukanya bulat telur dengan mulut mungil. Warna kulitnya kuning langsat. Dia sempat mengecap bangku Holland Indische School (HIS) di Cilegon, Banten. Maka banyak jejaka kampung terpikat dengan Hadijah, nama gadis itu. Mereka berkasad memperistri Hadijah. Tapi tak mudah meluluhkan hati Hadijah. Apalagi ayahnya memasang syarat berat: calon menantu harus lebih berpangkat darinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page